SOLO CITY JAZZ 2016

Solo City Jazz 2016

Tahun ini Solo City Jazz (SCJ) menjadi perhelatan ke 7 (tujuh) kalinya, setelah dibuka pertama kalinya oleh Bapak Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai walikota Solo,  di pelataran pasar Antik Triwindu Ngarsopuro pada tahun 2009.

Walaupun bukan sebuah perhelatan besar yang dipenuhi artis berkaliber bintang, atau dengan banyak panggung, SCJ tetap menyedot perhatian masyarakat Solo Raya dan kota-kota sekitarnya, bahkan meningkat setiap tahunnya dan menjadi salah satu event yang ditunggu tunggu.
Seperti tahun lalu  SCJ ke 7, kembali akan diadakan di taman Balekambang, sebuah taman kota yang Asri dan merupakan salah satu tempat bersejarah kota Solo.

SCJ tetap menampilkan sebuah festival musik "jazz" yang hangat, akrab, guyub dan membuat kangen (ngangeni). SCJ seperti magnet, yang melekatkan para musisi dengan penggemarnya, mereka menjadi satu kesatuan seolah tanpa batas.
Di SCJ kita tidak perlu memikirkan apakah ini musik jazz atau bukan, dan tidak harus memenuhi ekspetasi dari para penggemar jazz yg sesungguhnya, musik yang disuguhkan mengalir apa adanya tanpa sekat-sekat yang jelas. Sah saja apabila ada gamelan, ensemble perkusi  atau musik kontemporer yang sering diperdebatkan genrenya. Karena jazz di SCJ lebih menitik beratkan pada spiritnya. Yang pasti apa yg disuguhkan di SCJ sanggup menghibur siapa saja.

Tahun ini SCJ tampil hanya dengan 1 (satu) panggung besar dan tetap diadakan 2 (dua) hari, Jum'at 30 September dan 1 Oktober 2016. Tanggal tersebut tidak ada kaitannya dengan kalender nasional gerakan 30 September dan Hari Kesaktian Pancasila, Pemilihan tanggal tersebut karena disesuaikan dengan kalender event Pemerintah kota Solo.

Group yang akan tampil untuk tahun ini adalah “B'Fuzz”, sebual group fusion jazz berasal dari Solo yang sudah teruji kepiawaiannya menjajal panggung talent Stage SCJ  tahun lalu. Ada pula “Michelle Kuhnle”, dara Solo berayah Jerman ini akan menunjukan kebolehannya di hari ke 1 SCJ. “Galih Naga Seno” dan kawan-kawan  akan tampil membawakan komposisi ciptaannya sendiri menggunakan  macam-macam alat tetabuhan atau Perkusi, mereka akan membawakan bukan musik biasa dan patut disimak, karena di tangan seorang Galih Naga Seno musik bukan hanya sekedar bunyi-bunyian yang bernada tapi juga merupakan media untuk mengkatualisasikan diri. Rasanya ini akan sangat menarik untuk penonton yang menginginkkan sesuatu yang beda. Masih dihari pertama group “Seroja Ethnic Project” asal Pekalongan, akan menutup penampilan malam pertama SCj dengan sentuhan Jazz Arab yang unik, jangan sampai dilewatkan.

Malam ke dua akan diisi oleh “Izanael”, penyanyi muda usia yang juga gitaris berbakat akan tampil bersama groupnya menghibur anak-anak muda kota Solo, selain itu akan tampil “Aditya Ong Quartet”, salah satu dedengkot Jazz kota Solo yang juga merupakan penggagas Solo Jazz Society akan membuat para penikmat jazz terhibur. Lalu ada juga yang datang dari benua Eropa, lahir di Spanyol dan tinggal di Belanda dia adalah “Rodrigo Parejo Mateos” akan berkolaborasi dengan gitaris muda usia asal Bandung yang namanya di blantika jazz Indonesia sudah cukup dikenal "Tesla Manaf". Gitaris muda ini pernah tampil di SCJ pada tahun 2011 bersama Mahagotra. Mereka berjanji akan tampil all out dan akan memberi kejutan kepada penoton. Sebagai penutup sekaligus puncak acara dari 2 (dua) hari perhelatan SCJ adalah dr. Tompi, sepertinya tidak perlu diulas panjang lebar, kita semua menantikan Tompi membawakan lagu-lagu hitsnya.

Untuk mereka yg ingin menikmati taman Balekambang di waktu malam sekaligus menonton pertunjukan dari arak kejauhan, SCJ juga menyediakan stand-stand kuliner dengan berbagai jenis pilihan makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau.
Acara ini gratis untuk siapa saja.
Dipersembahkan oleh C-pro Production dengan didukung oleh Pemerintah Kota Solo dan Mataya Art & Heritage

Solo City Jazz 2016

Taman Balekambang 30 September & 1 Oktober 2016
Jam 19.00 s/d 23.00 WIB

Hari ke 1 :
Michelle Kuhnle, Galih Naga Seno, B'Fuzz, Seroja
Hari ke 2. :
Izanael, Aditya Ong Quartet, Rodrigo Parejo feat Tesla Manaf, Tompi



Wenny/SCJ/2016