News

Press Release Solo City Jazz 2014

Spirit Jazz dan Kebersamaan untuk memajukan musik Indonesia yang cerdas, berbudaya dan dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya masyarakat. Mungkin pemikiran itulah yg melatarbelakangi pagelaran Solo City Jazz (SCJ) tahun ini, sehingga penampil SCJ kali ini banyak menghadirkan musisi-musisi yang biasa main dengan format besar (big band ) dan yg biasa berkolaborasi dengan genre lain.

SCJ tetap setia dengan konsep utamanya, sesuai dengan budaya kota Solo maka musik dan suasana yang akan ditampilkan tetap berpijak pada Guyub, Ngelaras dan Ngangeni. Seperti biasa sesuai dana yang kami punya tetap dengan 1 (satu) panggung besar yang akan ditata secara apik oleh Heru Mataya dan rekan-rekan dari Mataya art & Heritage, dan 1 (satu) panggung Selamat datang di pintu depan venue yang kali ini SCJ akan diadakan di Benteng Vastenburg.

SOLO CITY JAZZ 2013, Tetap Bertahan sebagai JAZZ-nya SOLO

SOLO CITY JAZZ 2013

Konsep dasar yang tetap dipertahankan pada SCJ ini adalah, jazz khas dan unik yang dapat selaras bersanding dengan eksotisme kota budaya, Solo. Sehingga sebagai sebuah “pesta musik”, SCJ tidak akan “berdiri” jauh dari tanah kota Solo. Dari apa yang menjadi kekhasan pada kehidupan sehari-hari kota Solo, adat-istiadat yang dijalani sejak dulu.

Dalam hal ini, tentu saja juga menyangkut akan titik-titik penting bersejarah kota Solo, heritage, yang diyakini oleh C-Pro akan memberi keunikan tambahan pada penyelenggaraan SCJ. Yang membedakannya dengan festival-festival jazz sejenis, yang sedang menjamur di pelbagai kota di tanah air, sejak sekitar 4-5 tahun belakangan ini.

Maka dari itulah, SCJ diadakan di tempat-tempat yang dirasa eksotis dan orisinal milik Solo, semisal di Pasar Gede, pasar Klewer, sentra batik Kauman, Windujenar, Ngarsopuro. Atau di areal depan Taman Sriwedari. Bahkan digelar pula, jazz minimalis di pasar-pasar, sebagai pre-event. Lalu, para musisi diharapkan mau mengenakan kostum bermotif batik.

Konsep artistik venue & panggung utama di konsep secara unik oleh motor Rumah Karnaval Indonesia (RKI) & pendiri Mataya, Heru Prasetya. Keunikan venue yg dikolaborasi dengan model-model dari Red Batik menjadikan event jazz ini semarak, sehingga rasanya sulit dijumpai pada penyelenggaraan festival-festival jazz di kota-kota lain.

Jazz at Pasar Gede Market

Jazz at Pasar Gede Market Solo

A different sound was heard at the Pasar Gede market in Surakarta, Central Java, on Saturday when five jazz musicians used the unusual setting as a makeshift stage. The jazz performance at the iconic market was held as a pre-event for Solo City Jazz which will be held on Sept. 27-28.

Pages