Jazz Pecahkan Rutinitas Pasar Gedhe

Jazz Pecahkan Rutinitas Pasar Gedhe

Manggung Diantara Lapak Pedagang
Jazz Pecahkan Rutinitas Pasar Gedhe

SOLO (KRjogja.com) - Dua Kelompok musik jazz masing-masing Jazz Classica Concerta (Salatiga) dan Kemlaka Gamelan Jazz (Solo), memecah rutinitas transaksi dagang di Pasar Gedhe. Memanfaatkan ruang sempit di antara lapak pedagang, mereka memamerkan kepiawaian berolah musik jazz yang selama ini asing bagi komunitas pasar tradisional.

Pergelaran musik jazz di tengah hiruk pikuk orang bertransaksi di Pasar Gedhe ini, jelas Heru Mataya, panitia Solo City Jazz (SCJ), menjadi satu pilihan untuk mendekatkan musik jazz kepada seluruh lapisan masyarakat. Imaji banyak orang, ujarnya menjawab wartawan di sela pergelaran musik jazz di Pasar Gedhe, Sabtu (14/9/2013), hampir selalu mengarah musik jazz hanya milik kalangan tertentu,atau bahkan hanya sebatas personal yang memiliki daya apresiasi tinggi terhadap musik.

Padahal, seperti halnya genre musik lain, jazz cukup nyaman dinikmati tanpa harus mengerutkan dahi. Pun para musisi jazz dalam beberapa tahun terakhir menggelar musik di jazz di tempat-tempat yang dianggap jauh dari komunitas jazz, seperti pedesaan, pinggiran kota, termasuk pasar tradisional. Pergelaran di Pasar Gedhe inipun selain untuk mendekatkan genre musik jazz di komunitas pasar tradisional, sekaligus juga sebagai pre evnt SCJ yang bakal di gelar selama dua malam mulai Kamis (26/9/2013) di Beteng Vasternburg.

Setidaknya, komunitas pasar Tradisional yang kebetulan ikut menyaksikan pergelaran musik jazz di pasar Gedhe, tertarik untuk mengunjungi SCJ pekan depan. Dijadwalkan, SCJ yang digelar secara rutian satu tahun sekali sejak empat tahun silam, akan menghadirkan musisi jazz dari berbagai daerah di Indonesia. Kelompoikj musik jazz tersebut, diantaranya AbsurdNation (Semarang), Mattew Satersz (Jakarta), Jazz Classica Concerto (Salatiga), Iga Mawarni (Jakarta), dan sebagainya.

Sementara pergelaran musik jazz di Pasar Gedhe yang berlangsung hampir dua jam, memperoleh sambutan angat baik dari kalangan pedagang maupun konsumen. Tak jarang terlihat, konsumen yang kebetulan tengah selesai berbelanja, menghampiri panggung yang memanfaatkan lapak pedagang. Demikian halnya, tampak sejumlah pedagang di sekitar panggung, tampak asyik mengikuti irama sembari melayani pelanggan masing-masing. (Hut)

14 September 2013
(sumber: krjogja.com/read/187139/jazz-pecahkan-rutinitas-pasar-gedhe.kr)